Minggu, 27 Februari 2011

Jodoh ku no 4

"Uhukkk,,,, uhukkkk,,, uhukkk,,,, hmmmmm", tersedak aku mendengar kalimat bapak tua berkulit hitam keriput itu. Perlahan-lahan ku hela nafas dalam-dalam sambil memandang tangan putih pucat ku yang dari tadi mencoba menahan rembasan keringat dingin yang mencoba menyusup dari balik pori-pori diantara jaringan epidermis.
"Jodoh mu adalah yang no 4", kata-kata dari bapak tua misterius itu terus terngiang-ngiang dibenak ku. Beberapa spekulasi-spekulasi tak wajar mulai berkecamuk seperti perang teluk yang pernah terjadi di dunia ini.

Dentuman-dentuman api kewaspadaan menyergap setiap harapan yang pernah tertuang dari balik gudang mimpi. "Dia adalah pilihanku untuk saat ini dan semoga seterusnya. Betapa aku menggantungkan asa pada seseorang yang mengisi hari-hari ku selama tiga tahun ini, pasti bapak tua itu sedang berkhayal. Atau mungkin dia mencoba merayuku untuk dijadikan istri ke 10 nya  dengan memberikan sinyal bahwa dia adalah orang ke 4 itu." Pekikku dalam hati seolah menghadang setiap serangan kata-kata yang menghujam dari bapak tua yang dari tadi tanpa berkedip menatap setiap guratan telapak tangan kuseolah-olah dia mampu membaca sebuah rahasia Tuhan yang digoreskan dalam lembaran telapak daging ini.

"Yang ini adalah cinta semu mu, sedangkan yang ke 4 adalah cinta abadi mu", hardik pak tua itu yang terus menerus mencoba membongkar pertahanan kepercayaan ku. Secara perlahan tapi pasti, mirip dengan reaksi redoks yang distimulus oleh para enzim, kata-kata pak tua itu mulau memperdayaiku dengan cara hinggap dibawah memory tak sadar ku.
"Ah sudahlah pak, terimakasih telah meramalku", jawab ku singkat untuk segera mengakhiri percakapan yang tak masuk logika itu.


Ketika hawa panas menjelma menjadi kesejukan, aku merasa bahagia yang tiada tara bersama dia yang ku cintai meskipun berada diurutan no 4 dari karir percintaan ku. Saat dingin membius kehangatan, dia pun masih tak lepas dari jelmaan cinta yang membuatnya menjadi bagian terindah ku, dan sekali lagi meskipun dia berada di urutan no 3. No 3 ataupun no 1000 bagi ku tak masalah asalkan dia yang telah tertasbih sebagai kekasih hati ini masih setia menemani indahnya sang mega diantara senja.

Panas dan dingin bergolak dalam fata morgana realita, dimana ketika 5 bulan semenjak ramalan itu dikumandangkan, mulai timbul gejolak retakan-retakan dari lempeng cinta yang ku yakini sejati.
"Maaf aku tak bisa melanjutkan hubungan kita", begitu kata dia menyambar gendang kesetiaan dan ketulusan hati ku.
"Maksudmu apa?", sela ku sambil menghirup nafas dengan dalam dan sesekali membenarkan letak kacamata berlensa tebal yang dari tadi memprotes keputusan itu.
"Kau terlalu sempurna buat ku, maaf aku tak pantas untuk mu", gumam dia dengan deru penyesalan.
Oh tuhan,,,, hanya alasan itu yang diucapkan sang pujaan hati ku ini untuk mengakhiri kisah cinta yang terbangun dari pondasi keyakinan hati. Kulangkahkan kaki mungil ku dengan gontai meninggalkan dia yang masih duduk di bangku taman dengan hempasan semilir angin penyesalan.

Entah berkah atau kutukan, aku sudah tak mampu lagi membedakannya saat ini. Yang ada hanya rasa kesetiaan, ketulusan dan kemurnian cinta ku yang harus kubuktikan kepadanya meskipun mungkin akan berakhir tanpa balas.
"Jodohmu adalah yang no 4", mendadak kata-kata itu meledak dari kotak memory yang telah lama terpenjara diantara otak kanan dan kiri.
"Apa benar yang dikatakan pak tua itu", mendadak ada spekulasi bodoh melaju menyadarkan ku dari rengkuhan tangis yang tak bisa kuhentikan sejak 3 hari lalu.

Dalam kudapan haru bertajuk pilu yang membuatku membisu, kubuka acount face book yang telah lama terdiam karena tak ada kekuatan untuk membuka setiap folder foto di dalam program album nya.
"One message...", begitu peringatan dari situs jejaring sosial itu dengan tanda merah muncul dibagian sebelah kiri halaman biru putih itu.
"Hai apa kabar? sibuk apa sekarang?", begitu bunyi yang tertuang dari aplikasi situs itu.
"Baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana? sekrang aku sedang sibuk cari beasiswa s2", balas ku dengan hati yang telah mati rasa. Pesan demi pesan saling berbalas, kata demi kata berpadu dalam setiap percakapan dengan kawan lama ku dari situs yang sangat populer itu.

Entah apa ini aku tak tahu, semua mengalir begitu deras bagai air terjun niagara tanpa pernah mau berhenti. Gelak canda dan petuah-petuah dari dia seakan memperdayai rasa sedih ku karena telah kehilangan si no 3 tanpa ada alasan yang cukup kuat. Kini aku terjebak dalam aroma ketidak pastian biduk cinta ku, jika memang ucapan pak tua itu benar adanya, maka siapah jodoh no 4 ku?
Dalam setiap simpuh doa yang kupanjat pada sang maha menentukan jodoh, aku selalu memohan yang terbaik bagi hamba Mu yang percaya engkau selalu menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan. Tak peduli no berapapun jodoh ku, entah itu no 4,5,6,7,8,9 dan seterusnya, yang jelas aku berharap dia akan menjadi pengisi hari-hari indah ku dan penyejuk jiwa ketika pagi membangunkan sang mentari.

~To be continued until know, who is no 4~

*Beside on the friends true story*

10 komentar:

  1. wech sangar ceritone ?? kpan2 aq pengen ketemu karo pak tua iku ! pengen diramal !

    BalasHapus
  2. kalo pengen ketemu pak tua itu,,, harus puasa mutih 40 hari sob.... nanti kamu akan dikasih tau siapa jodoh mu... hehehhehehehe

    BalasHapus
  3. wach tenan kie harus puasa mutih dulu ?? ntar aq seriusin ternyata zooonnkkkk !!

    BalasHapus
  4. Dicoba dulu sob.... namanya juga percobaan jadi ada try and eror. Tapi paling tidak kalau sudha mencoba itu dah lega.. hehehehe

    BalasHapus
  5. haduh mas,,,
    critane buatan ndiri semua y,,,
    kok belum pernah kluar di tv
    aq request yang tentang perjuangan menghadapi beratnya hidup

    BalasHapus
  6. hehehehehe..... iya den.. Ini semua tulisan ku sendiri. Ok,, requestmu segera aku karyakan... tunggu postingan berikutnya ya...

    BalasHapus
  7. Diangkat jd cerita teather lg aja mas...dramax dah dpt kok...dtulis jd skenario jg gmpng..cari pemeranx yg cocok lg mas..hehe..

    BalasHapus
  8. Bagus:
    hehehehe/..... jadi inget jaman garap teather dlu gus... "Kang Poniman",,, wahhh,,, rindu rasanya berkumpul dengan kalian semua...
    Kalo cerita ini nanti diangkat di sinetron FTV aja,, hehehehehe..... asyik ceritanya....

    BalasHapus
  9. lho kok gag sampai slsai mas ceritanya,,,,penasaran iki mas....

    BalasHapus
  10. hahahaha...... tunggu next upload boy....

    BalasHapus

Untuk kesempurnaan karya selanjutnya,,,,,, Mohon diisi komentarnya ya.... Matur nuwun...

Entri Populer